Sebelum Akhir Tahun Aturan Pajak E-Comerce Sudah Di Rilis

Pemerintah lewat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih tetap membuat ketentuan pajak untuk usaha jual beli on-line (e-commerce) berbentuk Ketentuan Menteri Keuangan (PMK). Pemerintah meyakinkan, ketentuan itu juga akan terbit sebelumnya akhir th. ini.

Sebelum Akhir Tahun Aturan Pajak E-Comerce Sudah Di Rilis

Kepala Tubuh Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara menyebutkan, sekarang ini, pengaturan calon PMK itu telah tiba di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kemenkeu. Menurut dia, ketentuan itu dapat terbit sebelumnya akhir Desember 2017.

” Dapat kok (terbit sebelumnya akhir th.). Lebih ke tata langkah saja, tidak jadi pajak baru, ” kata Suahasil waktu didapati di Gedung Kemenkeu, Senin (13/11).

Oleh karenanya lanjut dia, ketentuan itu belum juga pasti dapat berperan pada penerimaan pajak th. ini. Sebab, ” Ada (aktor e-commerce) yang diatas PTKP (Pendapatan Tidak Terkena Pajak), ada yang dibawah PTKP atau dia mungkin saja entrepreneur terkena pajak atau PTKP, ” imbuhnya. Yang pasti, ketentuan ini juga akan memberi peran pada aktivitas ekonomi.

Terlebih dulu, Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kemenkeu Ken Dwijugiasteadi juga menyebutkan, akan tidak ada objek baru dalam ketentuan anyar itu. Sebab, PMK itu juga akan mengatur tata langkah pemungutan atau pembayaran pajak.

Menurut Ken, dalam tata langkah pungutan pajak bertambahnya nilai (PPN), Ditjen Pajak juga akan melibatkan pihak ke-3, seperti toko on-line tersebut sampai jasa kurir dan anda dapat cek resi jne untuk memastikan barang sudah sampai dimana. Pihak ke-3 itu, bertindak untuk memungut dan memberikan laporan pajak.

” Kita membuat pemungut saja. Umpamanya jualan lewat basis A, jadi yang miliki basis ini yang potong pajaknya. Kelak ditunjuk jadi pemotong, sederhana kan, ” tuturnya sekian waktu lalu.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan transaksi e-commerce perseroan per September 2017 alami lonjakan tajam. Jumlah transaksi melonjak 472, 59 % dibanding periode yang sama th. terlebih dulu.

Direktur Bank BTN, Budi Satria menyebutkan masa digitalisasi sudah merubah pola hidup orang-orang Indonesia termasuk juga dalam transaksi berbelanja yang mulai memakai system on-line.

” Bank BTN termasuk juga yang memetik barokah dari perubahan ini. Pola hidup serba gampang serta cepat dengan cuma bermodalkan satu handphone saat ini jadi tren generasi now, ” tuturnya.

Budi memberikan, per September 2016, ada sekitaran 5. 000 nasabah yang lakukan transaksi on-line. Di bln. yang sama th. ini jumlahnya melonjak jadi 29 ribu nasabah.

” Ini satu kenyataan kalau sudah berlangsung pergeseran pola hidup yang sekarang ini telah mulai masuk pada kehidupan orang-orang Indonesia terlebih dalam belanja, ” terangnya.

Selanjutnya dikatakannya, mengerjakan usaha e-commerce bukan sekedar transformasi usaha untuk tingkatkan service, tetapi juga berperan serta dalam penngembangan ekosistem e-commerce itu.

Dengan memberi edukasi untuk brand lokal supaya kemampuannya bertambah dan masuk ke lini digital, otomatis Bank BTN juga akan meningkatkan e-commerce dalam negeri serta mensupport ekonomi nasional,

” Kedepan perseroan mempunyai gagasan bagaimana orang-orang belanja bisa dengan gampang, tidaklah perlu keluarkan dompet, tidaklah perlu gunakan kartu, cukup semuanya bisa dikerjakan cuma dengan handphone, ” tegas Budi.

Leave a Comment