Di Balik Tugas Mulia Sebagai Ujung Tombak Pendidikan, Inilah Suka Duka yang Dirasakan Guru Muda Usia 20-an

Besok kalau gede mau jadi apa?

Aku mau jadi guru!

Banyak dari kita yang pada masa kecilnya bercita-cita untuk menjadi guru. Mulai dari guru Matematika yang terkenal susah sampai guru TK yang konon katanya mudah untuk dijalani. Tapi, ternyata jadi guru juga tak semudah yang kita bayangkan dulu.

Jadi guru, berarti tanggung jawab intelektual serta moral murid berada di tanganmu. Sudah pasti hal semacam ini bukanlah hal yang sepele. Terlebih di umur 20-an, masa dimana anda relatif menginginkan fun serta relatif asal-asalan. Nah, menginginkan tahu bagaimana perasaan beberapa guru-guru muda kita jadi garda paling depan pendidikan Indonesia? Hipwee juga akan jabarkan bagaimana rasa-rasanya jadi guru di umur 20-an.

Waktu mengambil keputusan profesi ini, anda fikir guru itu yaitu pekerjaan yang gampang. Karna muridmu lebih muda, anda terang juga akan terasa lebih yakin diri untuk cas cis cus mengumbar pengetahuanmu.

Awalannya, anda sangka jadi guru itu mudah. Anda cuma menjelaskan apa yang tertulis di buku tips. Lantas memberi masalah latihan, pekerjaan serta mengoreksi. Diluar itu, dengan keadaan murid dengan umur lebih muda jadi anda terasa yakin diri untuk membagi pengetahuanmu. Apa pun yang anda berikan tentu muridmu juga akan yakin.

Diluar itu pekerjaan ini enjoy karna anda tinggal duduk nyaman di meja depan sembari memerhatikan mereka kerjakan masalah.

Yang ada pada bayanganmu terlebih dulu yakni situasi kelas juga akan aman, nyaman, tenang, damai, hikmat, sentosa. Tak ada problematika yang bermakna. Easiest job on the world pokoknya.

Tetapi semuanya beralih mulai sejak kamu paham.kamu mengerti nyatanya jadi guru itu seperti menelusuri rimba yang tidak kamu paham.kamu mengerti rimbanya. Karna ciri-khas muridmu sulit ditebak.

Rambut murid-muridmu mungkin saja keduanya sama hitam, tapi wataknya tentu berlainan. Sebab mereka datang dari latar belakang yang berlainan, keluarga yang lain dengan rutinitas yang lain juga.

Adegan wajar di kelas 1 SD :

Anda : Anak-anak, sikat gigi baiknya berapakah kali dalam satu hari?

Murid A : 2 x, Bu Guru!

Murid B : Tiga, Bu!

Murid C : Kasih tahu, tidak ya…

Kadang-kadang anda merasakan sebagian murid yang pilih tidur dari pada mendengarkanmu ceramah dimuka kelas. Tidak tidak sering anda juga menginginkan turut tidur hal semacam ini membuat kamu terasa bingung mesti ngapain.

Selesai mata pelajaran berolahraga, muridmu tengah capek-capeknya :

Anda : Anak-anak hari ini kita belajar mengenai hukum termodinamika ke 5 yaa.

Murid : Yaaa (dengan lemas)

Anda : Hukum ini menerangkan mengenai benda yang terbenam serta bla bla blaaaaa………… *10 menit kemudian*

Murid : (Satu-persatu mulai terbenam dibawah meja)

*Rasanya anda ingin sebagian geram serta beralih jadi singa serta mengaum agar semuanya bangun*

Karna anda masih tetap guru muda, tidak sedikit murid sebagai jago ngeles buat malas ikuti pelajaran. Hingga terkadang anda jadi hilang akal.

Banyak argumen
Banyak argumen! lewat wifflegif. com

Anda : Hari ini basket 3 on 3 yaa, mari untuk grup.

Murid : Pak, saya izin tidak turut ya?

Anda : Lho, mengapa?

Murid : Saya alergi matahari Pak. Kelak bila terkena matahari jadi bercahaya seperti vampir, lantas … (Argumennya bila dirangkung dapat seperti Pembukaan UUD 45)

*Mati berdiri, telingamu jadi tuli, matamu kabur, serta akalmu berhenti seketika*

*Tuhan, beri saya kemampuan untuk menyikapi tingkah anak muda zaman sekarang*

Baca Juga: Contoh surat tugas

Bila anda memiliki kesempatan jadi guru di SMA, jarak umur yang tidak berlainan jauh buat anda mesti jungkir balik untuk peroleh respect serta rasa yakin mereka.

Sesudah menerangkan panjang lebar, gadis paling belakang dengan muka tertunduk sembari memandangmu sinis.

Anda : Nak, bagaimana adakah yang sulit?

Murid : Tidak (berwajah ketus)

Anda : Loh kok anda jadi diem saja, Nak?

Murid : Janganlah panggil saya ‘Nak’, mbak…

Anda : (Apa dosa saya?)

(Nyatanya uang jajan Rani tengah dipotong sama Mamanya).

Leave a Comment