Call of Duty: WW 2 on Predicament

Call of Duty: WW2

Untuk para pecinta Call of Duty serta game bertema pertempuran dan perang dunia, seri terbaru Call of Duty tak mungkin dilewati. Seri sekuel dari Call of Duty: WW yang memakai nama sama yaitu Call of Duty: WW 2. Game FPS satu ini cukup menuai banyak pujian dari para reviewer dan game journalist. Seperti apa sih gamenya? Mari kita simak.

Setelah gagal dengan beberapa titlenya yang mengambil tema futuristik, tim Activision nampaknya belajar dari kesalahan setalah jatuh berkali-kali. Di kesempatan kali ini mereka akhirnya membuat sebuah sekuel terbaru tanpa membawa tema tersebut.

Sedikit berbeda dengan pesaingnya yakni Battlefield dengan tema perang berskala besar, Call of Duty mengambil detail dari setiap pertempuran yang terjadi. Strategi pasar dari Activision ini cukup baik dalam menghindari niche war dalam sebuah penjualan.

COD sangat menarik para pemain FPS dengan multiplayer mereka yang cukup menarik. Gameplaynya yang cepat serta sistem badge on kill cukup menjadi daya jual yang efektif. Namun semenjak menggunakan tema futuristik, COD mulai mendapat cercaan dan kritik pedas yang mana seluruh penjualan mereka terus menurun. Setelah COD Infinite Warfare, akhirnya mereka menjadi pintar dan tidak menggunakan tema futuristik dan back to basic dengan tema World Warnya.

Untuk urusan grafis, COD: WW 2 memiliki grafis yang sangat cantik, sama seperti COD COD sebelumnya yang mana bisa dibilang top dikelasnya untuk ukuran AAA. Audio dari COD: WW 2 juga cukup baik, namun sayangnya untuk pada kondisi intense, musiknya kurang memberikan impact yang cukup dalam. Gameplaynya masih tetap sama, namun dengan beberapa improvement, mengingat gameplay dari COD sendiri sudah cukup solid.

Overall game ini cukup baik, turnback yang sangat bagus dari seri COD, apabila kamu merupakan fans COD serta perang dunia, maka game ini cocok dengan kamu!